Air Products Home

Fabrikasi Logam

Pemotongan dengan Oxy-fuel

Pemotongan dengan oxy-fuel adalah proses yang paling banyak diterapkan untuk memotong baja lunak dan baja campuran rendah. Proses ini mencakup seluruh kisaran ketebalan dari 1 mm hingga 2500 mm (0,04-100 inci), menghasilkan kualitas pemotongan yang luar biasa dan biaya investasinya rendah. Selain itu, proses ini dapat dimekanisasi dengan mudah. Pemotongan dengan oxy-fuel adalah proses pembakaran. Semburan oksigen membakar logam dalam bagian sempit untuk melakukan pemotongan dan membuang produk pembakaran (slag) dari kerf. Kemurnian oksigen pemotongan sangat penting untuk kecepatan pemotongan yang dapat dicapai. Tingkat kemurnian yang lebih tinggi menghasilkan kecepatan pemotongan yang lebih tinggi.

Aplikasi Lain

Informasi Kontak

Nama ProdukDeskripsi/ManfaatUnduhan
Gas

Gas Bahan Bakar
Asetilena

Asetilena merupakan bahan bakar utama untuk pengelasan oxy-fuel dan bahan bakar pilihan untuk pekerjaan reparasi serta pemotongan dan pengelasan, asetilena menghasilkan semburan api primer yang terpanas dan paling pekat di antara semua gas bahan bakar industri. Nilai kalornya cukup rendah, tetapi bagian yang disemburkan sebagai api primer sangat tinggi, sekitar 30%, sehingga asetilena merupakan gas bahan bakar yang menghasilkan panas tertinggi di api primernya.

Asetilena merupakan bahan bakar utama untuk pengelasan oxy-fuel dan bahan bakar pilihan untuk pekerjaan reparasi serta pemotongan dan pengelasan, asetilena menghasilkan semburan api primer yang terpanas dan paling pekat di antara semua gas bahan bakar industri. Nilai kalornya cukup rendah, tetapi bagian yang disemburkan sebagai api primer sangat tinggi, sekitar 30%, sehingga asetilena merupakan gas bahan bakar yang menghasilkan panas tertinggi di api primernya.

Gas Tambahan/Gas untuk Pemotongan
Oksigen

Dalam api pemanasan, gas bahan bakar terbakar dalam oksigen, menghasilkan panas. Api terdiri atas zona pembakaran luar dan dalam. Tujuan utama api pemanasan dalam sebagian besar proses api adalah mencapai pemanasan lokal yang cepat. Ini mensyaratkan sifat-sifat pembakaran pada gas yang digunakan. Dalam pemotongan, bukan api pemanasan sendiri yang melakukan operasi pemotongan, tetapi semburan oksigen. Semburan oksigen ini mengoksidasi logam, dengan evolusi panas, dan menyingkirkan produk pembakaran (slag) dari kerf. Tujuan api pemanasan adalah memanaskan logam pada suhu penyalaan, menopang proses pemotongan, dan mendukung semburan oksigen pemotongan.

Dalam api pemanasan, gas bahan bakar terbakar dalam oksigen, menghasilkan panas. Api terdiri atas zona pembakaran luar dan dalam. Tujuan utama api pemanasan dalam sebagian besar proses api adalah mencapai pemanasan lokal yang cepat. Ini mensyaratkan sifat-sifat pembakaran pada gas yang digunakan. Dalam pemotongan, bukan api pemanasan sendiri yang melakukan operasi pemotongan, tetapi semburan oksigen. Semburan oksigen ini mengoksidasi logam, dengan evolusi panas, dan menyingkirkan produk pembakaran (slag) dari kerf. Tujuan api pemanasan adalah memanaskan logam pada suhu penyalaan, menopang proses pemotongan, dan mendukung semburan oksigen pemotongan.

Campuran Gas Bahan Bakar

Ada beberapa campuran gas bahan bakar paten yang bahan aktifnya terdiri atas metil asetilena dan/atau propadiena. Kedua gas ini sangat tinggi nilai kalornya, tetapi mudah meledak. Karena itu, ditambahkan penstabil, terutama propana, propilena, dan butana. Campuran gas yang mengandung metil asetilena dan/atau propadiena merupakan gas bahan bakar yang menghasilkan api terpanas setelah asetilena.

Ada beberapa campuran gas bahan bakar paten yang bahan aktifnya terdiri atas metil asetilena dan/atau propadiena. Kedua gas ini sangat tinggi nilai kalornya, tetapi mudah meledak. Karena itu, ditambahkan penstabil, terutama propana, propilena, dan butana. Campuran gas yang mengandung metil asetilena dan/atau propadiena merupakan gas bahan bakar yang menghasilkan api terpanas setelah asetilena.

Etilena



Gas alam (Metana)

Gas alam terutama terdiri atas metana. Komposisinya, dan karenanya sifat pembakarannya, beragam di berbagai cadangan gas alam. Gas alam terutama digunakan untuk pemanasan, tetapi dapat juga digunakan untuk mis. pemotongan jika sudah terpasang pada lokasi. Nilai kalor metana itu rendah, dan sebagian kecil saja yang dihasilkan dalam api utama.

Gas alam terutama terdiri atas metana. Komposisinya, dan karenanya sifat pembakarannya, beragam di berbagai cadangan gas alam. Gas alam terutama digunakan untuk pemanasan, tetapi dapat juga digunakan untuk mis. pemotongan jika sudah terpasang pada lokasi. Nilai kalor metana itu rendah, dan sebagian kecil saja yang dihasilkan dalam api utama.

Hidrogen

Hidrogen adalah gas yang sangat mudah terbakar dan terbakar dengan api yang tak terlihat. Jika bercampur dengan udara dan oksigen, nitrogen mudah meledak dalam rentang pencampuran yang beragam. Campuran dua bagian hidrogen dan satu bagian oksigen umumnya disebut oxyhydrogen atau udara eksplosif. Hidrogen juga dapat digunakan sebagai gas bahan bakar, misalnya untuk pemotongan dengan gas. Suhu api dan intensitas apinya lebih rendah daripada asetilena dan banyak gas lain, tetapi lebih tinggi daripada propana dan gas alam.

Hidrogen adalah gas yang sangat mudah terbakar dan terbakar dengan api yang tak terlihat. Jika bercampur dengan udara dan oksigen, nitrogen mudah meledak dalam rentang pencampuran yang beragam. Campuran dua bagian hidrogen dan satu bagian oksigen umumnya disebut oxyhydrogen atau udara eksplosif. Hidrogen juga dapat digunakan sebagai gas bahan bakar, misalnya untuk pemotongan dengan gas. Suhu api dan intensitas apinya lebih rendah daripada asetilena dan banyak gas lain, tetapi lebih tinggi daripada propana dan gas alam.

Propana

Propana memiliki nilai kalor lebih tinggi per kg gas daripada asetilena, tetapi menghasilkan panas lebih rendah di api primernya. Suhu api lebih rendah dan keperluan oksigen kira-kira 4 kali lebih tinggi daripada untuk asetilena.

Propana memiliki nilai kalor lebih tinggi per kg gas daripada asetilena, tetapi menghasilkan panas lebih rendah di api primernya. Suhu api lebih rendah dan keperluan oksigen kira-kira 4 kali lebih tinggi daripada untuk asetilena.

Propilena

Sifat propilena mirip dengan propana. Nilai kalor kedua gas ini kira-kira sama, tetapi panas propilena sebagian besar dilepaskan api primernya, yang berarti propilena menghasilkan api yang lebih panas dan lebih efisien daripada propana.

Sifat propilena mirip dengan propana. Nilai kalor kedua gas ini kira-kira sama, tetapi panas propilena sebagian besar dilepaskan api primernya, yang berarti propilena menghasilkan api yang lebih panas dan lebih efisien daripada propana.

Layanan Audit/Deteksi Kebocoran

Ahli aplikasi kami dapat bekerja sama dengan personel pabrik Anda untuk menganalisis dan memahami seluruh proses Anda. Berdasarkan analisis itu dan kebutuhan Anda, mereka dapat menyarankan solusi peningkatan proses yang dapat membantu mempertinggi konsistensi dan kualitas produk, plus mengoptimalkan penggunaan gas. Layanan Air Products meliputi pemeriksaan kebocoran, pembuatan profil tungku, kalibrasi analitis, analisis gas, pemecahan masalah proses, dan peninjauan proses keseluruhan.

Ahli aplikasi kami dapat bekerja sama dengan personel pabrik Anda untuk menganalisis dan memahami seluruh proses Anda. Berdasarkan analisis itu dan kebutuhan Anda, mereka dapat menyarankan solusi peningkatan proses yang dapat membantu mempertinggi konsistensi dan kualitas produk, plus mengoptimalkan penggunaan gas. Layanan Air Products meliputi pemeriksaan kebocoran, pembuatan profil tungku, kalibrasi analitis, analisis gas, pemecahan masalah proses, dan peninjauan proses keseluruhan.

X

This site uses cookies to store information on your computer. Some are essential to make our site work; others help us to better understand our users. By using the site, you consent to the placement of these cookies. Read our Legal Notice to learn more.

Close