Gas Resonator

Banyak industri dapat memperoleh manfaat dari gas resonator Air Products untuk pengelasan dan pemotongan. Gas ini dapat meningkatkan kualitas, mengoptimalkan kinerja, dan mengurangi biaya. Tim aplikasi kami yang berpengalaman di seluruh dunia dapat menggunakan pengetahuannya tentang industri Anda dan aplikasinya, guna memberikan solusi teknologi dan pasokan gas resonator yang cocok dengan kebutuhan unik Anda. Tabel di bawah ini memuat informasi terperinci mengenai jajaran produk gas resonator kami.

Informasi Kontak

Nama ProdukDeskripsi/ManfaatUnduhan

Helium

Gas resonator laser untuk laser CO2 biasanya terdiri atas campuran helium, nitrogen, dan karbon dioksida. Terdapat sejumlah alasan untuk menambahkan helium pada campuran gas laser:
1. Helium membantu membuang molekul CO2 dari tingkat laser yang lebih rendah dengan meningkatkan transisi relaksasi.
2. Helium memiliki konduktivitas termal yang sangat tinggi. Helium kemudian membantu membuang panas dari lucutan listrik.
Helium ditambahkan untuk mencapai kekuatan laser yang sangat tinggi.

Gas resonator laser untuk laser CO2 biasanya terdiri atas campuran helium, nitrogen, dan karbon dioksida. Terdapat sejumlah alasan untuk menambahkan helium pada campuran gas laser:
1. Helium membantu membuang molekul CO2 dari tingkat laser yang lebih rendah dengan meningkatkan transisi relaksasi.
2. Helium memiliki konduktivitas termal yang sangat tinggi. Helium kemudian membantu membuang panas dari lucutan listrik.
Helium ditambahkan untuk mencapai kekuatan laser yang sangat tinggi.

Helium BIP®

Pengotor dalam campuran gas laser dapat mengurangi kinerja laser CO2 dengan menurunkan daya output, membuat lucutan listrik tidak stabil atau menambah konsumsi gas laser. Kualitas gas laser bukan hanya ditentukan oleh kemurniannya, tetapi oleh jenis pengotor yang dikandungnya dan jumlahnya. Maka, penggunaan tabung BIP dianjurkan untuk mencapai masa pakai resonator dan cermin yang lebih panjang.

Pengotor dalam campuran gas laser dapat mengurangi kinerja laser CO2 dengan menurunkan daya output, membuat lucutan listrik tidak stabil atau menambah konsumsi gas laser. Kualitas gas laser bukan hanya ditentukan oleh kemurniannya, tetapi oleh jenis pengotor yang dikandungnya dan jumlahnya. Maka, penggunaan tabung BIP dianjurkan untuk mencapai masa pakai resonator dan cermin yang lebih panjang.

Karbon Dioksida

Gas resonator laser untuk laser CO2 biasanya terdiri atas campuran helium, nitrogen, dan karbon dioksida. Karbon dioksida (CO2) adalah gas yang aktif dalam menghasilkan sinar laser, yaitu radiasi inframerah. Radiasi terbentuk akibat transisi antara tingkat energi vibrasi dalam molekul karbon dioksida. Kita dapat saja menjalankan laser CO2 hanya dengan menggunakan karbon dioksida sebagai gas laser. Namun, untuk mencapai kekuatan laser yang sangat tinggi yang diperlukan untuk pengelasan dan pemotongan laser, perlu penambahan nitrogen dan helium ke gas laser tersebut.

Gas resonator laser untuk laser CO2 biasanya terdiri atas campuran helium, nitrogen, dan karbon dioksida. Karbon dioksida (CO2) adalah gas yang aktif dalam menghasilkan sinar laser, yaitu radiasi inframerah. Radiasi terbentuk akibat transisi antara tingkat energi vibrasi dalam molekul karbon dioksida. Kita dapat saja menjalankan laser CO2 hanya dengan menggunakan karbon dioksida sebagai gas laser. Namun, untuk mencapai kekuatan laser yang sangat tinggi yang diperlukan untuk pengelasan dan pemotongan laser, perlu penambahan nitrogen dan helium ke gas laser tersebut.

Nitrogen

Gas resonator laser untuk laser CO2 biasanya terdiri atas campuran helium, nitrogen, dan karbon dioksida. Dengan menggunakan lucutan listrik, sangat mudah mengeksitasi molekul nitrogen ke tingkat energi vibrasi pertamanya, yang hampir sama dengan energi tingkat laser atas CO2. Energi vibrasi ini mudah dipindahkan dari N2 ke CO2 dengan tumbukan antara kedua molekul itu. Secara keseluruhan, jauh lebih mudah mengeksitasi tingkat laser atas CO2 dengan menggunakan nitrogen sebagai perantara daripada hanya menggunakan CO2. Nitrogen ditambahkan untuk mencapai kekuatan laser yang sangat tinggi.

Gas resonator laser untuk laser CO2 biasanya terdiri atas campuran helium, nitrogen, dan karbon dioksida. Dengan menggunakan lucutan listrik, sangat mudah mengeksitasi molekul nitrogen ke tingkat energi vibrasi pertamanya, yang hampir sama dengan energi tingkat laser atas CO2. Energi vibrasi ini mudah dipindahkan dari N2 ke CO2 dengan tumbukan antara kedua molekul itu. Secara keseluruhan, jauh lebih mudah mengeksitasi tingkat laser atas CO2 dengan menggunakan nitrogen sebagai perantara daripada hanya menggunakan CO2. Nitrogen ditambahkan untuk mencapai kekuatan laser yang sangat tinggi.

Nitrogen BIP®

Pengotor dalam campuran gas laser dapat mengurangi kinerja laser CO2 dengan menurunkan daya output, membuat lucutan listrik tidak stabil atau menambah konsumsi gas laser. Kualitas gas laser bukan hanya ditentukan oleh kemurniannya, tetapi oleh jenis pengotor yang dikandungnya dan jumlahnya. Maka, penggunaan tabung BIP dianjurkan untuk mencapai masa pakai resonator dan cermin yang lebih panjang.

Pengotor dalam campuran gas laser dapat mengurangi kinerja laser CO2 dengan menurunkan daya output, membuat lucutan listrik tidak stabil atau menambah konsumsi gas laser. Kualitas gas laser bukan hanya ditentukan oleh kemurniannya, tetapi oleh jenis pengotor yang dikandungnya dan jumlahnya. Maka, penggunaan tabung BIP dianjurkan untuk mencapai masa pakai resonator dan cermin yang lebih panjang.

X

This site uses cookies to store information on your computer. Some are essential to make our site work; others help us to better understand our users. By using the site, you consent to the placement of these cookies. Read our Legal Notice to learn more.

Close