Hidrogen sedang dipertimbangkan menjadi pengganti bahan bakar fosil yang digunakan sekarang karena jumlahnya melimpah, efisien, dan, tidak seperti alternatif lainnya, menawarkan potensi dapat diperbarui dan tidak menghasilkan emisi. Hidrogen dapat digunakan sebagai pembawa energi untuk menghasilkan tenaga listrik dengan sel bahan bakar hidrogen dan mesin pembakaran hidrogen. Di dalam sel bahan bakar hidrogen, hidrogen berpadu dengan oksigen dari udara untuk membangkitkan listrik. Sel bahan bakar dapat beroperasi terus-menerus dan menghasilkan energi sepanjang bahan bakar hidrogen terus dipasok dan satu-satunya produk samping adalah panas dan air. Banyak sel bahan bakar masa kini untuk pembangkit listrik terdistribusi perlu dipadukan dengan pemroses bahan bakar untuk menghasilkan gas kaya-hidrogen dari bahan bakar berbahan dasar hidrokarbon seperti gas alam atau propana. Namun, banyak manfaat dapat diwujudkan dengan penggunaan hidrogen sangat murni langsung pada sel bahan bakar. Aplikasi yang dapat menerima sumber bahan bakar hidrogen langsung mencakup perangkat portabel, listrik utama, listrik cadangan, penghematan beban puncak, dan stabilisasi jaringan listrik.
Listrik Portabel
Banyak perusahaan mengembangkan perangkat seperti telepon seluler, komputer laptop, dan kamera film yang menggunakan kartrid bahan bakar hidrogen dan sel bahan bakar untuk menggantikan baterai yang masih digunakan sekarang. Sel bahan bakar menawarkan potensi waktu penggunaan yang lebih panjang dan fitur listrik yang lebih besar.
Penyimpanan Hidrogen
Listrik yang dihasilkan dari sumber energi terbarukan seperti tenaga angin dan surya tidak selalu sesuai dengan kebutuhan penggunaan. Tetapi, untuk memaksimalkan penggunaan listrik terbarukan, khususnya di tempat terpencil, jenis listrik ini dapat digunakan untuk menghasilkan hidrogen yang kemudian dapat disimpan.
Kebutuhan Listrik Utama atau Cadangan
Listrik cadangan dan Uninterruptible Power Supply (UPS) diperlukan ketika sumber daya yang sangat andal dipandang penting agar bisnis atau peralatan dapat beroperasi tanpa gangguan sekalipun jaringan listrik mati. Masa pakai sistem sel bahan bakar yang jauh lebih panjang dapat menggantikan sistem baterai untuk menyediakan listrik utama atau cadangan yang dibutuhkan untuk sekian banyak aplikasi ini. Dengan penggunaan hidrogen langsung pada sel bahan bakar dalam aplikasi seperti ini, listrik dapat langsung digunakan.
Aplikasi Listrik Stasioner
Sel bahan bakar mengonversi energi zat kimia langsung menjadi listrik sementara hanya menghasilkan panas dan air sebagai produk samping. Maka, sel bahan bakar yang dirancang dengan baik dapat menghasilkan listrik untuk kebutuhan listrik komersial dan perumahan sekaligus menyediakan panas. Penggunaan hidrogen langsung pada sel bahan bakar juga dapat meningkatkan efisiensi sistem sel bahan bakar.
Stasiun Energi Hidrogen
Stasiun energi hidrogen adalah teknologi yang menghasilkan listrik, panas, dan hidrogen secara serentak. Sistem jenis ini sering kali disebut sebagai CHHP (Combined Heat, Power and Hydrogen). Seperti gambar di bawah ini, stasiun menggunakan sel bahan bakar bersuhu tinggi untuk menghasilkan listrik, panas, dan hidrogen secara serentak. Sel bahan bakar dapat menggunakan beragam bahan bakar kaya-hidrogen, termasuk gas pencerna, gas alam, gas TPA, dan gas sintetis. Teknologi ini diharapkan dapat menyediakan sumber hidrogen terbarukan dengan biaya bersaing.
Kembali ke Sel Bahan Bakar